Perkenalkan namaku eche.. ini kali pertamanya aku mengirim surat untukmu..
Nus.. aku ingin bercerita padamu tentang sedikit hal yang aku alami akhir-akhir ini..Kau tahu nus? Aku sepertinya sedang jatuh cinta..
Aku jatuh cinta pada seorang pemuda berkulit hitam manis yang kukenal sejak beberapa tahun yang lalu..
Dia mempunyai daya tarik tersendiri untukku nus..
Dia mempunyai senyum yang memiliki daya magis..
Nus.. kau tahu? Kemarin, aku baru saja menyadari bahwa ia memiliki mata pencair tembaga..
Tatapannya yang ia berikan kepadaku kemarin, hampir buatku meleleh..
Matanya membuat dunia seakan disinari oleh tatapannya..
Nus.. aku tidak tahu makna dari tatapannya kemarin..
Aku takut salah mengartikannya..
Aku takut tatapannya kemarin tidak berarti apa-apa baginya..
Bisa saja kan nus? Aku tidak mau gegabah dalam mengartikan tatapannya..
Cukup aku merasakan senang ketika sepasang mataku dan matanya saling mengunci tatapan walau hanya beberapa detik..
Nus.. aku tak bisa meraba permukaan hatinya..
Aku tak bisa memahami arti tatapannya..
Dan aku, hanya bisa tersenyum saat menemukan sosoknya diantara keramaian..
Nus.. bisakah kau buat ia jatuh cinta padaku?
Mustahil memang rasanya.. tapi, bukankah di dunia ini tak ada yang mustahil?
Benarkah begitu nus?
Aku lelah nus.. menyimpan sebuah perasaan diam-diam..
Nus..
Berikan dia untukku.. Jangan biarkan aku (untuk yang kesekian kalinya) mendapati bahwa cintaku bertepuk sebelah tangan..
Beritahu pemuda itu Nus..
Bisakah kau melakukannya untukku?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar